Training : “Digital Forensic” untuk Komunitas Hukum

Deskripsi Training :

Dengan meningkatnya kejahatan berbasis teknologi dan siber dalam berbagai modus, maka diperlukan suatu mekanisme ilmiah untuk menganalisa dan menelusuri bukti-bukti elektronik yang ada baik yang disimpan maupun yang ditransmisikan melalui komputer atau perangkat digital lainnya. Ranah keilmuan tersebut yakni Digital Forensic. Aparat penegak hukum dan Advokat dalam memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk mengungkap suatu perkara atau membela kliennya baik pada tahap penyidikan, penuntutan maupun pada tahap persidangan termasuk para akademisi hukum dirasakan masih minim keilmuan mengenai sifat dan bahkan menyikapi suatu bukti elektronik. Sementara itu, dalam berbagai kasus kerap kali situasi untuk mengungkap suatu kebenarannya sangat bergantung penelusurannya terhadap bukti-bukti digital yang ada.

Bukti elektronik adalah produk dari proses Digital Forensik. Digital Forensik adalah identifikasi kegiatan yang memerlukan investigasi (termasuk menentukan sumber digital yang bersangkutan), mengumpulkan informasi, memastikan keaslian informasi dari perubahan yang disengaja, menganalisis informasi, dan pelaporan hasil pemeriksaan. Tidak hanya aparat penegak hukum, namun advokat, praktisi hukum, akademisi, staff legal perusahaan atau para profesional yang bergerak di bidang usaha yang lebih luas, ilmu Digital Forensic sangat penting untuk dikuasai dan berguna bagi lembaga/perusahaan dalam menyikapi suatu informasi ataupun dokumen elektronik.

Manfaat Training

Manfaat yang diperoleh para peserta training ini antara lain :

  1. Mendapatkan pemahaman seluk beluk digital forensik terutama proses pembuktian suatu kasus yang menggunakan ilmu digital forensik.
  2. Mengidentifikasi bagaimana proses pengambilan barang bukti dan proses pembuktian menggunakan ilmu digital forensik.
  3. Memahami dan mempraktikkan fase investigasi digital forensik dengan menggunakan Forensic Tool Kit (FTK)

Trainer :

Kombes Pol. Muhammad Nuh Al-Azhar, MSc., CHFI., CEI., ECIH.

Ketua Digital Forensic Analyst Team (DFAT) Puslabfor Bareskrim Mabes Polri dan Ketua Association Forensic Digital Indonesia (AFDI)

Profil Narasumber

Muhammad Nur Al-Azhar adalah Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) dari Mabes Polri dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Beliau merupakan Ketua Digital Forensic Analyst Team (DFAT) Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri. Beliau kerap diundang untuk menjadi instruktur atau pembicara di kursus atau seminar tentang digital forensic, digital security, dan computer investigation untuk pengolahan TKP. Sebagai CEI (Certified EC-Council Instructor), beliau secara rutin mengajar kelas EC-Council’s CHFI (Computer Hacking Forensic Investigators) di Indonesia. Hingga November 2014, beliau telah berhasil membuat sekitar 100 orang lulus dari kelas dan menerima penghargaan CHFI. Tugas utama beliau adalah melakukan analisis forensik digital pada kasus Kejahatan Komputer atau Kejahatan yang Terkait Komputer. Secara umum, dari 2006 hingga 2013, jumlah bukti elektronik dan digital yang ditangani oleh beliau dan tim telah lebih dari 1.700 item yang mana lebih dari 300 kasus kejahatan komputer dan kejahatan yang berhubungan dengan komputer.

Pada tahun 2009, beliau mendapat gelar MSc di Forensic Informatics dari University of Strathclyde, Inggris. Beliau bergabung melalui Beasiswa Chevening Inggris 2008/2009 didanai oleh Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (FCO) dan dikelola oleh British Council. Pada tahun 2010, beliau dianugerahi / dipilih oleh British Council – Indonesia sebagai salah satu dari Indonesia Super Six UK Alumni. Pada tahun 2012, beliau meluncurkan buku dengan judul “Digital Forensic: Practical Guidelines for Computer Investigation”. Buku ini diterbitkan oleh Salemba Infotek dan menjadi buku yang paling dicari untuk investigasi forensik digital di Indonesia.

Waktu :

Kamis, 13 September 2018, Pukul 09.00-15.00 WIB

Dimana:

Hotel Oria Jakarta, Jalan KH Wahid Hasyim No. 85, Gondangdia, Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Siapa yang bisa bergabung dalam training ini ?

Training ini cocok untuk diikuti oleh :

  1. Advokat
  2. Aparat Penegak Hukum (APH), meliputi : Polisi, Jaksa dan Hakim
  3. Aparatur Sipil Negara
  4. Legal Departement/Bagian Hukum Perusahaan
  5. Dosen / Akademisi / Peneliti
  6. Mahasiswa Bidang Hukum dan Sistem Informasi/Teknik Informatika

Biaya Investasi :

  • Pendaftaran Group / lebih dari 1 orang : Rp. 3.500.000,- / orang
  • Early Bird : Rp. 4.000.000,- */orang
  • Harga Normal : Rp. 5.000.000.-/orang

Peserta terbatas, maksimum 20 orang

*) Bagi Pendaftaran individu sampai dengan tanggal 6 September 2018

Fasilitas Yang Didapat:

  • Sertifikat
  • 2x coffee break;
  • 1x Lunch All You Can Eat Shabu-Shabu & BBQ Ala Japan at Cazasuki ;
  • Tas training;
  • Training kit yang meliputi name tag, blocknote, pulpen; dan
  • E-money card.

Cara pendaftaran:

  • Isi form pendaftaran DISINI
  • Tunggu sms konfirmasi dari kami untuk transfer biaya investasi
  • Kirimkan bukti transfer ke email learninghub@icjr.or.id/WA ke nomor : 0817-1711-1154
  • Silahkan tunggu bukti konfirmasi dari kami

Informasi lebih lanjut hubungi: Desy Rahmawati Aziz (WA Only : 0817-1711-1154/learninghub@icjr.or.id)

DOWNLOAD ToR Training Digital Forensik